Posted by: putrarinjani | 6 August 2008

Ponpes Putra Rinjani NW Dasan Baru

Sejarah Berdirinya

Begitu banyak usaha-usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kwalitas dan mutu pendidikan, misalnya saja dari perbaikan kurikulum, dan bahan ajar, penataran guru dan kepala sekolah, pengadaan buku dan peralatan sekolah, pengadaan prasarana dan peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun usaha-usaha tersebut sampai sekarang belum mampu menunjukkkan hasilnya secara nyata, khususnya didaerah Lombok Timur tercinta ini. Predikat sebagai daerah yang memiliki kwalitas sumber daya manusia (khususnya dalam dunia pendidikan) ke-2 terendah diseluruh kota Propinsi di Indonesia merupakan kajian dan bahan renungan kita bersama dalam upaya peningkatan SDM ke masa-masa yang akan datang.

Dalam skala lokal, Lombok Timur khususnya didaerah utara, masih sangat banyak anak-anak  yang kurang memperhatikan dunia pendidikan dikarenakan beberapa faktor, diantaranya masih jarang sarana pendidikan, dan kalaupun ada siswa harus menempuh jarak yang jauh untuk bisa ke sekolah. Pada sisi lain kesadaran orang tua untuk menyekolahkan anaknya kurang dikarenakan kurangnya pendidikan dan biaya. Misalnya saja di wilayah Dasan Baru Desa Suntalangu Kecamatan Suela lebih banyak berkonsentrasi pada bidang pertanian, menganggur dan atau menjadi TKI ke luar negri, yang pada akhirnya mereka hanya mencari kebutuhan makan dan minum saja tanpa menghiraukan nasib generasi yang akan datang.

Mencermati hal itu dan dalam upaya menuntaskan wajib belajar 9 tahun, tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat Dasan Baru memandangan perlu untuk mendirikan jenjang pendidikan yang sekiranya bisa menampung dan mewadahi minat serta potensi siswa dalam proses belajar yaitu dengan mendirikan Ponpes Putra Rinjani di Dasan Baru

Pondok Pesantren Putra Rinjani Nahdlatul Wathan Dasan Baru Desa Suntalangu Kecamatan suela Lombok Timur, lahir pada dua tahun yang lalu, tepatnya pada hari Rabu, Tanggal 24 Jumadal Ula 1428 H = 21 Juni 2006 M. berdiri diatas tanah seluas 23 are. Tahap pertama telah dapat membangun 4 ( Empat) lokal, satu lokal untuk kantor dan yang lainnya untuk ruang belajar Madrasah Tsanawiyah.

Sementara Pondok Pesantren ini telah mengelola 7 (Tujuh) lembaga, yaitu:

1.  Madrasah Tsanawiyah

2.  Madrasah Ibtida’iyah

3.  Taman Kanak-kanak

4.  Diniyah Islamiyah

5.  Taman Pendidikan Al-Qur’an

6.  Majlis Ta’lim

7.  Asuhan Keluarga

Dari ketujuh lembaga yang ada, baru satu lembaga yang mempunyai gedung belajar, yaitu Madrasah Tsanawiyah, sementara lembaga lainnya masih dalam proses.

Maka untuk lancarnya proses belajar mengajar pada masing-masing lembaga tersebut dibutuhkan tambahan gedung belajar. Maka Pengurus Pondok Pesantren bersama masyarakat bermusyawarah pada Hari Rabu, Tanggal 7 Jumadal Ula 1428 H = 24 Mei 2007 M, Jam 20.00 Wita, dan hasil musyawarah tersebut sepakat untuk membangun tambahan Gedung belajar sebanyak 3 ( Tiga) lokal. Maka untuk dapat menyelesaikan pembangunan ini, sangat dibutuhkan dukungan penuh dari semua pihak.

Advertisements

Responses

  1. kembangkan terus warna islami di bumi persada nusantara ini. semoga tetap jaya
    amin. hidup nahdlatul wathan.

  2. 😦 belum bisa bantu, jadi sedih ik

    • bantu donk…. 🙂 kalo tidak bisa dengan uang kan dengan ilmu, fikiran dan tips juga bisa …. moga mau membantu. carikan solusi dunk


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: